(〃 ̄ω ̄〃ゞ

06 Jun 2020

Perlukah kuliah?

life-log

Kuliah tu sama kayak naik haji, perlu kalau mampu, mau dan punya waktu.

Setelah 4 bulan positif drop out dan sebelumnya juga suka ditanya seperti ini oleh kaum ibu - ibu, dan anaknya yang mau ambil jalur universitas.

Bisa dibilang ga banyak orang yang mengenyam dunia perkuliahan. Jadi kalau kamu sempat mengenyam dunia perkuliahan seperti saya, kalian termasuk top 30% manusia di Indonesia.

Tentu menjadi top 3% manusia indonesia juga pilihan, tapi tunggu sebentar, "Perlukah kuliah?" saya rasa pertanyaan yang salah.

Daripada bertanya tentang "Perlukah kuliah?", lebih baik tanyakan pada diri sendiri, adakah sesuatu yang menarik untuk dikerjakan selain kuliah?, sesuatu yang bikin gemas kalau ditinggalin? Sesuatu yang mungkin lebih berharga daripada menuntut ilmu secara terpadu? Jika tidak maka lebih baik saya sarankan kuliah.

Khalayak Umum #

Tanpa adanya riset saya berani bertaruh kalau 80% siswa - siswi di Indonesia kebanyakan mengikuti alur. Kalau itu memang kemauanmu ya silahkan tidak ada yang salah dengan mengikuti khalayak umum untuk kuliah.

Awalnya dulu saya juga malas kuliah, daftar akhir - akhir di paksa bapak. Terus pas berangkat disapa temen di lampu merah, "Dah dapet tempat kuliah belum?". Sempak.

Dengan nilai rata - rata UNAS saya yang cuma 5.0, tentu PNS bukan pilihan saya, mungkin saya bisa kerja pabrik ga masalah juga, atau mungkin malah jadi TKI di jepang sana.

Terus masuk D3, bilangnya biar cepet lulus eh ~ malah drop out. Hahaha.

It is okay to follow the system, the good system. Jangan dengerin artis - artis putus kuliah terus bilang kuliah tu ga perlu, bah dia mah kaya raya lha kamu? Belum tentu. Kalau emang bisa dan ada kemauan kuliah kenapa ga?

Kuliah dan Garis Zona Nyaman #

Jika kamu bercita - cita sebagai dokter, akuntan, dan beberapa jenis profesi lain yang memang memerlukan perkuliahan, ber-kuliahlah. Saya gamau di periksa dokter otodidak sama aja kayak sakit covid dibawa ke dukun.

Keamanan bakal tercipta kalau kamu kuliah. Dengan adanya titel dan ijazah, saya rasa gampang sih cari kerja asal ga gengsi sama ada kemauan.

Saya pernah interview di sebuah perusahaan, saya tolak tawaran untuk join karena masalah gaji, saya di gaji kurang dari ekspetasi karena ga kuliah. Walaupun bisa aja saya minta naik gaji di kemudian hari kalau saya merasa memberikan lebih untuk perusahaan.

Tapi tunggu sebentar, jangan salahkan perusahaan. Kalau kamu masuk, perusahaan tuh investasi ke kamu, jadi wajarlah perusahaan ga mau salah investasi ke orang yang ga kuliah dan belum punya banyak portofolio yang mumpuni.

Role Model #

Banyak orang yang drop out lalu sukses tapi drop out nya ya kalau bisa ga perlu dicontoh, yang dicontoh itu kerja keras-nya. Ga selalu jalan yang berbeda berbuah emas - permata.

Bill Gates mungkin drop out, coba liat kenapa dia drop out? Dia mempunyai visi yang jelas, lha kita? Belum tentu.

Hal yang sama dari mereka yang drop out lalu sukses adalah mereka punya visi yang jelas, kegiatan yang jelas, dan sesuatu untuk dikerjakan. Jadi sebelum kamu memutuskan kuliah baik ga sih? drop out baik ga sih? Pikirkan dulu "Ada ga sih sesuatu yang kamu suka, yang di masa depan nanti kamu percaya bahwa itu cukup?"

Rangkuman #

Sayangnya ga ada data dari pddikti di tahun 2018, 245.810 orang yang drop out tsb apakah berpenghasilan lebih dari 50jt perbulan.

Oke sebelum kuliah atau sebelum memutuskan untuk drop out kita perlu perhatikan beberapa aspek. Kondisi sosial, dimana banyak kerjaan impian yang kurang menerima orang yang berpendidikan cuma SMA/SMK. Masalah ga bakal selesai dengan cuma kuliah aja, tapi paling tidak kuliah dan ijazah menempatkan kalian di garis zona aman (cuma garis-nya aja ya, bukan zona-nya).

  • Ada ga sesuatu yang kamu bener - bener suka, ingin kamu kerjakan sampe ke bawa mimpi kepikiran sana sini? Bikin gemes gitu.
  • Siap kamu dengan beberapa konsekwensi kalau ga kuliah?

Kalau 3 poin di atas kamu masih jawab dengan ragu, biaya, dan kesempatan ada kenapa tidak ambil jalur umum aja?

Terimakasih. Tentu tidak lupa juga saya berterimakasih dengan teman - teman saya, tanpa adanya koneksi dari kalian, contoh, semangat dan dukungan, mungkin saya sekarang hanya mainan HP dikasur sambil nunggu kepepet ga punya uang aja.

Tetap semangat, mari memulai :)

← Home